Manifestasi
Manifesting adalah mewujudkan apa yang kita inginkan. Ada juga definisi versi kamus Cambridge yang ada di website-nya. Hidup adalah permainan yang memiliki aturan-aturannya tersendiri. Untuk bisa berhasil memanifestasikan sesuatu maka kita harus mengikuti dan mematuhi aturan-aturan tersebut. Untuk menerapkan manifestasi dalam kehidupan maka pikiran, emosi, energi dan tubuh fisik harus selaras atau harmoni.
Pikiran terbagi menjadi dua yaitu 5% pikiran sadar dan 95% pikiran bawah sadar atau kebiasaan atau program. Jika cita-citanya dan visinya bagus, maka kedua itu hanya pikiran sadar, sedangkan pikiran bawah sadarnya belum tentu mendukung cita-cita dan visi yang ingin diwujudkan. Bisa saja pikiran bawah sadarnya tidak ingin melakukan apapun. Tentukan tujuan yang jelas, arahnya mau ke mana. Lalu konsisten dengan tujuan, jangan dirubah-rubah tujuannya. Kenali konsep the Power of Planting, apa yang kita tanam maka itu yang kita tuai. Usaha bisa berbuah, jangan terburu-buru dengan usaha hanya untuk terburu-buru menikmati hasil, tugas kita hanya terus menanam tidak usah terlalu memikirkan hasil, karena setiap usaha pasti berbuah hasil.
Ketika seseorang mencoba melakukan manifestasi sesuatu melalui pikirannya saja dan tidak mempertimbangkan emosi/perasaan maka manifestasi tersebut tidak akan berhasil. Kemudian kita perlu manage emosi/feeling atau perasaan untuk keberhasilan manifestasi. Misal pikiran ingin ke kiri sementara perasaan ingin ke kanan itulah yang dinamakan tidak selaras. Jangan hiraukan faktor eksternal yang menyudutkan perasaan sehingga perasaan menjadi mudah menyerah. Apakah itu mungkin? Apakah itu akan berhasil? Bagaimana jika tidak berhasil? Apakah saya harus menyerah saja? Di sini perasaan mulai berubah arah. Bisa tidak bisa, berhasil atau tidak berhasil, itu adalah urusan semesta. Tugas kita hanya berusaha. Lakukan apa yang sudah direncanakan. Mungkin atau tidak mungkin itu bukan urusan kita.
Jika pikiran dan perasaan searah dan selaras, maka di situ energi tersalurkan, di situ manifestasi akan mulai bertumbuh. Pikiran, perasaan, energi, dan tubuh fisik selaras maka sudah on the right track. Semesta memberikan apa yang kita butuhkan, bukan selalu apa yang kita inginkan. Puncak manifestasi adalah penerimaan: Jika hasil tidak sesuai ekspektasi, itu bukan kegagalan, melainkan pembelajaran untuk memperbaiki diri. Mengapa menifestasi saya gagal? Ketika gagal sepuluh kali maka sama artinya kita belajar sepuluh kali, kegagalan merupakan sebuah pelajaran, ganti kata gagal menjadi belajar.
Setelah saya menulis tulisan ini saya terpapar Dunning–Kruger effect dan pseudo expert. Tulisan ini di luar kompetensi yang saya miliki. Ini hanya catatan yang saya miliki dari sumber audio visual expository teaching. Dengan adanya paragraf ini saya menepis tuduhan self proclaimed sebagai seorang expertise.