Hilman Fathurohman

What's in My Bag

Oke! Kali ini kita lihat barang-barang yang ada di tas saya. Ada pulpen. Pulpen ini fungsinya untuk menulis. Kemudian ada lipstik. Lipstik ini kebetulan ada di tas saya. Mungkin sengaja saja saya simpan di tas supaya ada konten tulisan ini. Supaya ada kalimat ini. Kemudian ada taring tarantula. Benda ini kecil. Saya simpan di toples seukuran kelingking supaya tidak hilang taringnya. Kemudian di tas saya ada Bapak Kumaedi. Mungkin nama depannya Stand Up.

Kemudian ada pintu ke mana saja. Pintu ini sangat berguna bagi saya. Dengan pintu ini saya bisa pergi ke coffee shop yang ada kursi yang menghadap ke tanaman. Jadi, saya bisa telepati ke tanaman. Komunikasi hanya satu arah. Saya hanya mengirim telepati ke tanaman. Tanaman tidak merespon. Tanaman tidak mengirim balik telepati kepada saya. Karena saya rutin telepati ke tanaman menjadikan tanaman itu tumbuh subur. Mungkin saya seorang Honesto Nature. Padahal ke coffee shop hanya menggunakan kendaraan motor juga bisa, tidak perlu menggunakan pintu ke mana saja. Seharusnya pintu ini digunakan untuk melihat keindahan alam di Nærøyfjord, Norwegia. Di sana kita dapat melihat fjord. Air fjord itu air payau. Fjord ini terbentuk oleh gletser dari jutaan tahun yang lalu. Pintu kemana saja ini mirip seperti pintu yang ada di serial Monster at Work. Namun, pintu di film tersebut tidak bisa ke mana-mana, hanya bisa menuju ke salah satu kamar anak kecil. Jika ada anak kecil yang bermasalah pintu itu diremukan menggunakan alat yang bisa meremukan pintu seperti di prekuel series ini yang berbentuk feature film.

Kemudian di tas saya ada motor Scoopy. Motor ini saya simpan di tas supaya tidak perlu parkir di basement lantai B78. Di B78 tidak ada sinyal internet. Kemudian kalau motor ini mogok di jalan saya langsung simpan motor ini di tas dan jalan kaki ke bengkel terdekat. Sesampainya di bengkel saya keluarkan kembali motor dari dalam tas. Di bengkel terdapat papan bertuliskan "Tiasa Ngadangdosan Motor". Motor diperbaiki dan dimodif tipis-tipis oleh montir. Dimodif supaya pemilik motor terkesan modifikatif.

Kemudian di tas saya ada beras tiga liter. Beras ini bisa dijadikan nasi jika dimasak menggunakan penanak nasi. Jika saya bosan, saya menghitung butir demi butir sampai berjumlah seratus butir. Bisa juga butiran ini dibentuk pola misalnya pola gambar emoji senyum untuk mengisi waktu luang. Waktu luang diisi dengan menghitung butiran beras bukannya bermain ponsel Android. Ponsel Android tidak sengaja ter-setting bahasa Swedia jadi tidak mengerti jadi lebih baik menghitung beras saja. Beras ini juga bisa dijadikan bubur. Jika bosan mandi bola, tuangkan mangkok demi mangkok bubur ke kolam renang sampai penuh kolam renangnya. Menuangkan bubur ke kolam renang memakan banyak waktu. Simpan tiap progress Anda jika lelah dengan menekan tombol "start" dan pilih menu "save".

Kemudian di tas saya juga ada sebuah disket. Tiba-tiba disket ini dipinjam oleh centaur yang mendobrak pintu rumah Anda. Centaur ini agresif sekali padahal tujuannya hanya meminjam. Mengetuk pintu kan bisa. Peradaban kita telah menemukan apa yang namanya disebut budaya. Budaya kita itu mengetuk pintu dan salim dulu. Centaur harusnya salim dulu. Budayakan salim! Meme adalah budaya. Disuruh bikin meme sama guru seni budaya. This author has just unlocked "budaya" word. Siap si paling berbudaya. Budaya barat buset.

Ada juga pesawat F-16 di dalam tas saya. Biasanya pesawat bersenjata ini diparkir di hanggar pangkalan udara (Lanud), tetapi kali ini saya simpan di tas saya saja. Di bagian depan pesawat ini bergambar kepala hiu. Gambar gigi-gigi taring hiu terlihat tajam dan rapi. Pesawat ini saya beri nama Sucipto. Biasanya pesawat ini dikejar misil dan rudal. Jika terkena rudal, gunakan picu ejection seat. Tidak lupa menggunakan parasut saat terlontar di udara. Landing di laut. Berenang di tengah samudera. Untungnya saya menggunakan seragam PDL dan baret biru sehingga terkamuflase di lautan samudera ini. Sampai di pantai menuju ke pangkalan udara terdekat, lalu pakai pesawat yang ada untuk menggantikan pesawat yang sudah entah di mana tadi. Di dashboard kokpit pesawat yang baru ini saya letakan kue balok coklat jenama BCR™ (Balok Cita Rasa). Di sebelah kardus kue balok terdapat boneka bebek karet yang memakai helm yang ada baling-balingnya. Dalam kokpit pilot bisa mendengarkan lagu. Lagunya mempunyai lirik seperti ini:

Terpesona
Aku terpesona
Memandang wajah kamu yang cantik
Halo dek
Halo dek

Rojer
Rojer
Minggu depan aku bom rumah kamu
Mayday
Mayday

Ga boleh gitu kamu téh
Aku deg hati kamu sampe bunyi stecu stecu
Istigfar kamu téh
Tenangin diri lo

Diliat-liat kayanya kamu lagi kesurupan
Keliatan dari typing kamu
Kepala kamu aku getok pake kapur barus warna warni mau?

Ayam warna warni mau?
Ayam mau
Mau ayam

Mau daging burung wallet biar bisa terbang
Adanya sarang
Mau sarang? Sarang kamu uwu uwu
Cih jinja?

Otot perut sampe sixpack pas nulis lagu ini
Siap salah
Aku siap
Aku siap

Hey nona manis
Penguasa
Penguasa
Berilah hambamu uang
Terpesona
Penguasa
Pesawat Tempur 45

Lo naksir ya sama gw?
Dih apaan si lo tiba tiba banget dah
Yeee ngaku aja kali
Misalnya gw naksir sama lo emangnya kenapa?
Kalo kata gw sih jangan deh Kenapa coba?
Ya soalnya gw ga bisa bales perasaan lo daripada lo sakit hati ya kan mending ga usah naksir
Ga lah siapa juga yang naksir

Selamat tinggal kami ucapkan
Kepadamu kekasih idaman
Masa depan akan ku perjuangkan
Tuk menempuh kerasnya aksi udara

Ku harap engkau setia menunggu
Menantikan pulangnya diriku
Gagahnya aku memakai baret biru
Tuk berjumpa tumpahkan semua itu

Ku berjuang, berlatih bersama
Siang malam selalu ditempa
SEMATA angkatan 45

Tetap setia pada hati
Membela Ibu Pertiwi
Meski harus jauh
Dari Ibu sendiri

Biru lautan
Hijau daunan
Kan ku jaga negeriku Indonesia
Kami angkatan udara penjaga dirgantara
Jiwa raga untukmu Indonesia

Sumber: lirik.kapanlagi.com

SIAP. ALASAN. MENULIS. LIRIK. LAGU. INI. SIAP. KARENA. ya pengen aja KOMANDAAANNN. Ya kita balik lagi ke bagian tentang pesawat. Baling-baling pesawat ini bisa mencukur bulu kucing yang bernama Tom. Transmisi pesawat ini sudah matic dan suspensinya ngenyoy juicy empuk dan nyaman dan torsi pivot tikungannya tajam dan performanya bandel. Isilah bahan bakar dengan avtur dua tak. Tiga buah kaca spion pesawat ini berfungsi sebagai alat bantu mencabut kumis menggunakan dua buah koin. Pesawat ini sedih soalnya kesepion. Di kokpit pesawat, saya sedang bermain ponsel dan membuat sebuah tulisan tutorial di Google Keep. Baik berikut adalah tutorial menggali untuk sampai ke gedung arsip di Mabesau di Cilangkap. Galilah tanah dengan alat gali. Anda gali dengan sungguh-sungguh. Sesampainya di halaman gedung arsip Anda bertemu polisi militer (POMAU) yang sedang berjaga. Pomau tersebut menanyakan Anda mau ke mana, lalu Anda berkata ingin masuk ke gedung depo arsip, lalu Pomau berkata "Sudah jangan pergi ke sana." lalu Anda jawab saja "TIDAK! SAYA AKAN TETAP PERGI KE SANA.". Lalu Anda berlari. Sampailah Anda di ruang depo arsip. Ruangan tersebut dipenuhi rak kardus arsip. Buka salah satu kotak arsip! Lalu di file arsip tersebut terdapat biodata. Entry yang pertama adalah nama orang. Bacalah salah satu nama dari data tersebut. Di situ tertulis Marsekal Stand Up Kumaedi. Lalu rasa penasaran Anda hilang dan ingin segera pulang ke rumah. Pulanglah. Pulang lewat lubang ventilasi udara untuk keluar gedung menuju ke galian yang tadi di halaman. Gunakan pesawat bersenjata untuk menuju ke rumah Anda. Di kokpit pesawat juga ada layar LCD OLED lalu Anda nyalakan dan live streaming Trans TV. Lalu Anda melihat di TV tersebut ada Ivan Gunawan dan Ruben Onsu sedang berkelahi. Anda tidak suka acara ini. Lalu Anda membuka YouTube di layar OLED dashboard cockpit ini. Di YouTube Anda ingin menonton arsip acara tv di Trans TV yang acara TV tersebut berjudul "Legenda". Tadinya ingin menonton Aming Extravaganza, tetapi nanti saja. Sampai mana kita tadi? Oke sekarang pesawat landing di Lanud Halim. Dari Jakarta gunakan mobil travel untuk menuju ke Bandung. Sampai di Dipatiukur lalu naik angkot ke Lembang. Mampir dulu ke lapang SESKO AU dengan tujuan untuk olahraga lari. Jika ditanya mengapa larinya bukan hari Minggu malah hari Senin, teriak dengan lantang "SIAP SALAH!" lalu Anda inisiatif push up, lalu jawab saja karena ingin caper ke Bapak TNI. Ingin menjadi menantu Bapak TNI. Atau bisa juga caper ke Taruni Karbol TNI Wanita. Teriak saja “Kiw-kiw.” nanti beliau akan menonjok wajah Anda. Soalnya ingin mengatakan “Bapak kamu sudah menjadi Marsekal, ya? Kok tahu? Karena kau telah mencuri hatiku.” rayuan ini sudah kedaluwarsa. Sudah puas berolahraga saatnya naik angkot ke Cikole. Dari Cikole jalan kaki ke Subang. Jika ada yang bertanya mengapa berjalan kaki ke Subang bukannya naik elf, jawab saja karena ingin daftar menjadi anggota Skadron Udara 7. Jika ditanya apa motivasi Anda bergabung menjadi anggota, jawab saja karena ingin masuk grup WhatsApp Wing Udara 8. Pesawat bersenjata ini bisa pula mengantar nenek-nenek pergi ke pasar untuk membeli daging sapi seperempat kilo. Jika pedagang merasa tanggung dan menyarankan Anda membeli setengah kilo, maka Anda harus bersikukuh ingin membeli seperempat kilo. Nenek bingung mau beli daging setengah kilo atau langganan Netflix™, padahal kalo beli daging seperempat kilo bisa langganan Disney+™ yang lagi promo setengah harga. Nanti saja memikirkan langganan OTT-nya, sekarang beli dulu daging. Nenek berkata ke penjual daging "Ini checkout daging di etalase nomor berapa ya? Ini saya sudah membawa keranjang kuning." Pesawat ini sebagai sarana konektivitas antara rumah nenek dan pasar. Pesawat ini tidak bisa memasuki wormhole di dekat planet Saturnus. Efeknya Anda harus menggunakan pesawat Endurance jika ingin memasuki wormhole. Jangan lupa membawa tesseract. Di dekat wormhole ada blackhole. Jika Anda terperangkap di blackhole maka Anda kirimkan kode morse dari dimensi lain lewat bagian belakang rak buku. Jika bertemu dengan alien maka katakan saja seperti ini "HEI ANTEK ANTEK ASING". Di pesawat saat sedang di sekitar black hole Susan ingin hendak melahirkan, Reed berkata "Bertahanlah, Sue!", lalu anaknya lahir diberi nama Franklin seperti nama depan Dr. Storm. Saya berkomedi lewat tulisan terus nih, mungkin karena terlalu banyak makan makanan yang mengandung coklat. Sekian dan salam.